Balap Liar di Udayana, Dua Motor Disita Polisi Hingga Lebaran

Mataram – Maklumat Kapolres Mataram, AKBP Muhammad SIK dalam menindak penjual dan pemain petasan juga merazia balap liar terbukti nyata. Hari kedua puasa sedikitnya diamankan dua kendaraan bermotor yang kedapatan balap liar, Minggu (28/5) malam.

Dua kendaraan tersebut digunakan pemiliknya untuk balapan liar di Jalan Udayana Mataram. Alhasil, Anggota Sabhara Polres Mataram melakukan penyitaan terhadap kendaraan tersebut. Bahkan kendaraan tersebut tidak dapat diambil hingga lebaran telah selesai nanti.

“Kita melakukan operasi dan razia atau Opor Terawih dan Opor Subuh untuk menindak pengendara yang trek-trekan atau balap liar. Motor akan disita. Nanti setelah lebaran kita kembalikan, itupun kalau dilengkapi surat-surat dan knalpot aslinya yang tidak bising,” ujar AKBP Muhammad ditemui di Polres Mataram, Senin (29/5).

Hal tersebut dilakukan sebagai efek jera dan contoh agar remaja-remaja yang kerap melakukan balap liar berpikir dua kali sebelum melakukan aksinya. Karena selain membahayakan diri sendiri, balap liar juga dapat menggaggu masyarakat.

Polres Mataram juga telah memetakan lokasi yang kerap dilakukan untuk balap liar. Sedikitnya terdapat tiga tempat di mana balap liar sering dilakukan, yakni di Jalan Lingkar Selatan, Jalan Baru Monjok, dan Jalan Udayana, sehingga patroli akan selalu diintensifkan selama ramadhan.

“Itu lokasi jalan seperti di Jalan baru Monjok, Jalan Lingkar Selatan dan Udayana. Nanti kita akan lakukan penindakan,” pungkasnya.

Opor Subuh dilakukan untuk merazia pelaku balap liar di Mataram. Sementara Opor Terawih untuk menindak setiap warga yang kedapatan bermain petasan. Hal tersebut dilakukan karena sebelumnya telah diberi himbauan melalui Maklumat Kapolres Mataram sebelum puasa. (ct)

Comments

comments