Dari Advokasi Litigasi Hingga Aksi untuk Suarakan Keadilan Bagi Ibu Nuril

Mataram – Buntut dari kriminaliasi Nuril, puluhan elemen masyarakat dan pemuda yang tergabung dalam Koalisi Save Ibu Nuril menggelar pertemuan membahas strategi advokasi Nuril yang dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pertemuan digelar di Bale Ite, Mataram, Senin (8/5).

Puluhan elemen masyarakat dan pemuda yang tergabung dalam Koalisi Save Ibu Nuril di antaranya, LBH Reform, LPA, Inspirasi, Garda Nusa, HMI Badko, Perempuan Aman, Bakti Mampu NTB, Lab FH Unram dan beberapa elemen lainnya.

Koalisi tersebut terbagi menjadi dua tim advokasi, yaitu litigasi dan non litigasi. Litigasi dipimpin oleh Joko Jumadi dan non litigasi dipimpin Nur Janah. Dalam koordinasi tersebut, Nur Janah mengatakan dalam koalisi tersebut akan mendukung Nuril dan menindak tegas pelaku sesungguhnya dalam kasus yang menjerat ibu tiga anak ini.

“Kita siap mendukung Ibu Nuril dan menindak tegas pelakunya. Semua siap menjamin secara kelembagaan dan personal dalam mengupayakan penangguhan penahanan Ibu Nuril,” ujarnya.

Koalisi tersebut juga akan menggalang donasi untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi anak-anak Nuril yang terlantar akibat ibunya dipenjara.

Sebelumnya, suami Nuril, Isnaini berhenti dari pekerjaannya di Gili Trawangan akibat harus merawat anak-anaknya pasca penahanan Nuril.

“Kita akan melakukan penggalangan donasi untuk perlindungan bagi keberlanjutan ekonomi anak-anak Ibu Nuril dan keluarganya,” pungkas Nur Janah.

Selain itu, koalisi Save Ibu Nuril juga akan menggelar aksi simpati mendukung Nuril. Aksi tersebut akan digelar Rabu ini saat berlangsungnya sidang mendengar saksi korban di Pengadilan Mataram. “Aksi simpatik dan dukungan terhadap Ibu Nuril pada hari Rabu.

Pada saat persidangan mendengar keterangan saksi korban,” jelasnya. Selain itu, koalisi akan menggandeng para tokoh agama untuk menyuarakan kecaman terhadap lahirnya UU ITE yang dinilai membungkam suara-suara kritis masyarakat.

UU ITE menjadi perhatian koalisi tersebut, pasalnya kasus ITE tertinggi di Indonesia terjadi di NTB. “Koalisi ini akan melibatkan tokoh agama. UU ITE harus menjadi perhatian bersama, karena pasal yang ada di dalamnya akan bisa menjerat siapa saja,” pungkasnya.

“Kita semua menyuarakan bahwa undang-undang ini adalah bentuk ketidakberpihakan UU (ITE) ini kepada masyarakat, karena ini merupakan upaya kriminalisasi yang dapat menimpa siapa saja,” sambungnya.

Sementara hingga saat ini tiga anak Ibu Nuril ditangani LPA Mataram. LPA juga mengkordinir donasi untuk keluarga Nuril. (qis)

Comments

comments

One thought on “Dari Advokasi Litigasi Hingga Aksi untuk Suarakan Keadilan Bagi Ibu Nuril

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *