Indonesia Bersiap Menjadi Negara Pengekspor Beras Japonica

Opini_ Beras japonica merupakan beras yang banyak tumbuh dan ditanam oleh petani di Negera Jepang. Beras ini sering disebut juga beras sushi, karena jenis olahan makanan tersebut sangat cocok dibuat dengan bahan utama beras japonica.

Selain itu restoran-restoran Jepang di seluruh dunia selalu menjadikan beras ini sebagai bahan utama nasi yang disajikannya. Oleh karena itu, seiring dengan perkembangan bisnis kuliner yang semakin massif, pertumbuhan penduduk dan kesejahteraan masyarakatnya yang semakin baik, maka kebutuhan beras japonica ini pun terus meningkat. Dengan semakin banyaknya kebutuhan beras japonica, maka kini pertanaman japonica telah berkembang di berbagai negara, di antara Amerika Serikat, Prancis. Korea Selatan, Thailand dan terakhir di Indonesia.

Untuk kasus di Indonesia berkembang pesatnya pertanaman beras ini mulai dirasakan dalam dua tahun terakhir. Hal ini terjadi sebagai efek dari kebijakan pemerintah untuk tidak membuka impor untuk semua jenis beras. Mungkin inilah bentuk kebenaran falsafah, kalau tidak dipaksa untuk orang Indonesia itu tidak akan jadi. Dengan ‘dipaksa’, maka kondisi pertanaman beras japonica dalam dua tahun terakhir berkembang sangat pesat.

Dari awalnya hanya coba-coba menanam di sekitar Puncak dan Cianjur. Sekarang pertanaman ini telah menyebar ke berbagai daerah, di antaranya di Kabupaten Karawang, Subang, Cianjur, Pemalang, dan Provinsi Lampung dengan luas pertanaman diperkirakan lebih 1.000 hektar dengan produktifitas rata-rata 50 kwintal . Keberhasilan pertanaman ini tentu perlu diapresiasi dengan baik, mengingat sampai saat ini beras khusus lainnya belum mampu diproduksi massal di dalam negeri.

Dengan melihat pesatnya perkembangan pertanaman japonica di Indonesia, maka sangat mungkin dalam dua atau tiga tahun ke depan jumlah pertanaman japonica akan terus berlipat dan menjadi potensi beras unggulan tersendiri di Indonesa. Ditambah lagi dengan adanya pengakuan dari pedagang beras Vietnam yang mengaku kaget dengan kualitas beras japonica yang dihasilkan di Karawang, Jawa Barat. Kata mereka, beras tersebut berukuran lebih besar dari beras japonica yang biasa ditemukan di negaranya. Dengan ukuran bulir beras yang lebih besar dari yang lain akan mengefisiensikan dalam pembuatan sushi. Dan secara otomatis akan lebih disukai oleh produsen sushi di berbagai negara.

Untuk lebih mendorong pengembangan beras japonica, pemerintah diharapkan memberikan dukungan dengan mempercepat proses pelepasan varietas japonica di Indonesia. Hal ini perlu dilakukan agar pengembangan beras tersebut bisa berjalan secara legal.

Sebagai salah satu bukti telah banyaknya beras japonica di Indonesia, salah satu pedagang pasar induk beras Cipinang dalam setiap bulan mampu menyerap 50 ton beras japonica produksi dalam negeri. Tentu jumlah ini tidak seberapa, tetapi kalau dikalikan dengan beberapa puluh pedagang lainnya, maka jumlahnya tentu akan menjadi signifikan.

Oleh: Mumu Toha

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *