Melacak Jejak Pembunuhan di Sebuah Pabrik Es di Dompu

Dompu – Tabir gelap kasus pembunuhan di sebuah pabrik es di Desa Jala, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu akhirnya terkuak. Polisi menangkap tiga dari sekitar 11 pelaku yang menyerang korban menggunakan senjata tajam hingga tewas mengenaskan.

Kronologis bermula sekitar pukul 20.00 Wita, Selasa (27/6). Korban diketahui bernama Abdullah alias Dola didatangi puluhan pria dengan membawa senjata tajam.

Berdasarkan pengakuan kakak kandung korban, Nurjanah saat diperiksa polisi, rumah miliknya sempat didatangi tiga orang membawa parang memukul pintu rumahnya di Dusun Soro, Desa Jala sambil berteriak minta suaminya keluar. Diketahui suami Nurjanah bernama Santoso, yang tidak lain adalah paman korban.

“Keluar kamu Santoso! Akan saya bunuh kamu sekeluarga!” Ujar kawanan pelaku disertai caci maki.

Sementara keterangan saksi lainnya berinisial SK (55), sekitar pukul 19.40 Wita di halaman depan rumahnya terlihat sekitar sembilan pemuda tidak dikenal sambil memegang parang, bahkan ada yang memegang dua buah parang sekaligus masuk pada rumah miliknya. Diketahui korban saat itu sedang bersumbunyi di rumah milik SK.

Istri SK juga melihat hal serupa. Berselang beberapa menit, saksi melihat gerombolan pemuda tersebut berlari mengejar korban ke arah pabrik es. Setelah itu SK masuk memeriksa rumahnya, dan didapati rumahnya dalam keadaan berantakan.

Hasil pengamatan polisi, di dapur dan ruang tamu rumah milik SK terdapat bercak darah. Korban sempat bersembunyi di rumah tersebut, sebelum nyawanya dilenyapkan pelaku.

Sementara saksi lainnya berinisial BH, sekitar pukul 20.20 Wita tengah masin kartu bersama temannya di depan sebuah kios di Dusun Bahari, Desa Jala. Tiba-tiba datang seorang pelaku bernama Gois turun dari sepeda motor dengan keadaan tangan penuh darah, dan masih membawa sebilah parang yang masih ada darahnya. Gois mengatakan pada saksi, “Sudah meninggal orang di sana itu (sambil menunjuk ke arah TKP). Sudah kami bunuh,” ujarnya. Seketika masyarakat yang ada di kios bubar dan mendatangi TKP.

Korban tewas dibunuh

Sementara keterangan Kadus Soro, Desa Jala, Muhammad, mengatakan saat duduk di depan rumahnya melihat ada tiga unit sepeda motor yang masing-masing berboncangan membawa parang. Selang beberapa lama ada teriakan masyarakat di sekitar TKP.

Saksi lainnya, SF mengatakan melihat ada keributan di depan rumahnya. Ia sempat melihat pelaku yang diketahui bernama Galu, Gois dan Yusuf, masing-masing merupakan saudara. Saksi kemudian menghindar mengamankan anaknya.

Warga menemukan Abdullah tewas mengenaskan. Korban mengalami luka bacok mulai dari kepala, dada, lengan, pinggang dan kaki. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Hu’u dan meninggal dunia di sana.

Parang yang diduga digunakan pelaku

Menguak Motif Pembunuhan Sadis

Hampir semua masyarakat yang ditemui polisi di lapangan tidak berani memberikan keterangan secara terbuka terkait kasus tersebut. Masyarakat takut untuk berterus terang apa sebenarnya yang terjadi, pasalnya pelaku memiliki keluarga besar di Desa Jala.

Keluarga pelaku merupakan kelompok yang disegani. Galu, Gois dan Yusuf merupakan preman yang ditakuti masyarakat. Tindakan mereka kerap meresahkan masyarakat di sana.

Ada beberapa masyarakat yang tidak menyebutkan namanya mengatakan pada polisi, sebelumnya siang kemarin di sekitar palang Pantai Soro Adu dan Felo Janga, sempat terjadi perselisihan antara korban dan salah seorang pelaku. Diduga tewasnya korban terkait dendam tersebut.

Polisi Bertindak

Menurut Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pangastuti, tiga pelaku telah diamankan polisi, yakni Yusuf (25), Govinda (22) dan Ismail (31). Ketiganya berporfesi sebagai nelayan di Desa Jambu.

“Tiga orang berhasil diamankan polisi. Polisi juga telah menyita dua buah parang yang diduga digunakan untuk membunuh korban. Pelaku lainnya dalam pengejaran,” ujarnya, Rabu (28/6).

Sementara beredar kabar beberapa pelaku melarikan diri menuju Desa Lune, Kecamatan Pajo. Polsek Pajo dan Polres Dompu saat ini tengah melakukan pengejaran dan pencarian terhadap pelaku.

Sementara Sat Intelkam dan Kasat Narkoba Polres Dompu telah mengimbau keluarga korban untuk menyerahkan kasus tersebut pada polisi. Hal ini dilakukan guna meminimalisir reaksi masyarakat atau keluarga korban akibat tewasnya korban.

Beredar kabar akan ada serangan balasan dari warga dan keluarga korban ke rumah pelaku. Sehingga Unit Dalmas Polres Dompu berjaga di perbatasan Desa Jambu untuk mengantisipasi pergerakan massa. (ct)

Comments

comments