Polisi Kembali Gagalkan Peredaran Tramadol di Dompu

Dompu – Kasus peredaran obat terlarang Tramadol menjadi atensi Polda NTB dan jajaran. Polisi tiada hentinya memutus mata rantai peredaran obat yang telah dicabut izin edarnya tersebut. Sebanyak 270 papan Tramadol disita polisi di Dusun Doromelo, Desa Doromelo, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Sabtu (24/6) lalu.

Penggerebekkan dilakukan Kapolsek Manggelewa, Ipda Ramli SH bersama anggota polisi lainnya. Polisi melakukan penggerebekan di sebuah rumah milik SR (27). Sebanyak 270 papan Tramadol ditemukan polisi di rumah milik pelaku.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pangastuti membenarkan penggerebekan tersebut. Menurutnya, pil Tramadol tersebut ditemukan polisi di rumah pelaku dan disimpan pada kloset rumah pelaku.

“Dia sembunyikan di dalam WC rumahnya. Rencananya pil tersebut hendak dijual ke masyarakat dengan harga Rp 20.000 per stripnya,” ujarnya dihubungi Rabu, (28/6).

Hasil penyidikan, pelaku mengaku mendapatkan pil Tramadol tersebut di wilayah Flores, NTT. Pil tersebut hendak dijual kembali pada masyarakat untuk dikonsumsi.

“Kasus Tramadol di wilayah Dompu, Bima dan Bima Kota menjadi atensi Polda NTB, karena terindikasi penggunaan Tramadol menjadi sumber terhadap tingginya kasus kriminal, khususnya penganiayaan di tiga kabupaten tersebut,” pungkasnya.

Selain menemukan ratusan pil Tramadol, dari tangan pelaku polisi menemukan senjata api rakitan laras pendek. Saat ini pelaku dan barang bukti diamankan di Polsek Manggelewa. Polisi menjerat pelaku dengan undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan undang-undang darurat. (ct)

Comments

comments