Satu Teroris di Bima Ternyata Masih Mahasiswa

Mataram – Tim Densus 88 meringkus tiga pelaku terorisme di Kabupaten Bima. Ketiga pelaku ditangkap Jumat (16/6) hingga Sabtu (17/6) kemarin. Ketiga pelaku diketahui bernama Kurniawan alias Nia bin Hamzah (23) asal Desa Dore, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Nasrul Hidayat alias Dayat (21) asal Desa Dore, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima dan Rasyid Ardiansyah alias Olga (35) asal Kabupaten Bima.

Dari ketiga pelaku, Nasrul Hidayat berstatus mahasiswa di salah satu kampus di NTB. Dia ditangkap pada Sabtu kemarin setelah polisi menangkap Kurniawan pada Jumat kemarin.

Kurniawan bertugas sebagai pelaku utama merakit bom dan survei lokasi, Nasrul Hidayat sebagai kurir yang bertugas membeli bahan pembuat bom dan Rasyid Ardiansyah pada 2012 lalu bertugas sebagai pelaksana Fa’I di Pos Giro Ciputat.

Ketiganya merupakan kelompok teroris jaringan Jamaah Ansharut Daullah (JAD) yang berencana akan menyerang Polsek Woha, Polres Bima Kabupaten dan Polsek Bandara Bima dalam waktu dekat.

Wakapolda NTB, Kombes Pol Drs. Imam Margono mengatakan terpojoknya pasukan ISIS di Timur Tengah oleh pasukan koalisi, membuat kelompok teroris mencari lahan baru untuk melancarkan aksi. Asia Tenggara menjadi sasaran kelompok teroris untuk melebarkan sayapnya.

“Ini terbukti dengan adanya konflik bersenjata di Merawi Filipina. Indonesia sebagai wilayah yang berbatasan dengan Filipina sangat rentan dengan aksi teror yang berafiliasi dengan kelompok ISIS di Filipina, baik dari segi pendanaan dan motifasi,” ujarnya di Mapolda NTB, Senin (19/6).

Di rumah Kurniawan, polisi menyita sebanyak 24 alat bukti yang berkaitan dengan aksi teror dan bahan pembuat bom. Sementara di badan Kurniawan ditemukan satu buah bom rakitan aktif.

“Dari barang bukti yang telah ditemukan, telah memenuhi unsur perbuatan tindak pidana terorisme, berupa perencanaan penyerangan personel Polri dan Mako Polri di wilayah Bima dengan menggunakan bom rakitan,” ungkapnya.

Jenis bahan peledak yang dirakit Kurniawan berupa bahan peledak TATP (primer high explosive) dan rangkaian elektronik yang dimodifikasi menjadi switching bom rakitan dari HP dan rangkaian jebakan rakitan dari penjepit baju. (ct)

Comments

comments