Pasca Tuntutan Nuril, Viral Tagar #HakimYangAdil

Mataram – Sidang kasus Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang menjerat Baiq Nuril digelar Pengadilan Negeri Mataram, Rabu (14/6). Jaksa menuntut Nuril enam bulan penjara dan denda Rp 500 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Tuntutan jaksa dinilai mengabaikan pembuktian di persidangan. Pasalnya, tuntutan jaksa terhadap Nuril hanya berlandaskan pengakuan satu saksi di sidang. Sementara terdapat tiga saksi yang menguatkan bahwa Nuril tidak pernah mendistribusikan rekaman percakapan mengandung unsur pornografi tersebut.

Pasca sidang tuntutan Nuril digelar, beredar luas meme di media sosial yang menuliskan tagar #HakimYangAdil. Meme dengan hashtag tersebut kemudian dibagikan ratusan orang.

“Kami percaya Majelis Hakim kasus Ibu Nuril adalah #HakimYangAdil,” tulisan pada meme yang beredar luas tersebut.

Beredar luas tagar #HakimYangAdil dinilai sebagai satu-satunya harapan penegakan hukum yang baik di sela karut-marutnya proses penegakan hukum terhadap Ibu Nuril. Meskipun ahli dari Kominfo yang juga menjadi perumus UU ITE, memberikan keahlian bahwa perbuatan Nuril tidak memenuhi unsur UU ITE, namun jaksa nekat menuntut Nuril melanggar pasal 27 ayat (1) UU ITE.

Meme HakimYangAdil beredar luas di media sosial.

LBH Reform merupakan penggagas beredarnya tagar sakti tersebut. Tagar yang kini tengah viral di media sosial dan dibagikan banyak orang. Divisi Hukum LBH Reform, Apriadi Abdi Negara SH, mengatakan tagar beserta meme tersebut dibuat sebagai harapan hakim menjadi ujung tombak keadilan atas kriminalisasi yang menimpa Nuril.

“Ini sebagai bentuk solidaritas bagi Ibu Nuril. Kita percaya bahwa hakim akan memutuskan yang seadil-adilnya berdasarkan fakta persidangan,” ujarnya ditemui, Kamis (15/6).

Abdi menambahkan, hakim merupakan tangan Tuhan yang memiliki nurani untuk menghukum dengan kacamata keadilan. Sebagai Sang Arthemis untuk mewujudkan cita-cita hukum dengan berlandasakan kemanusian dan keadilan.

“Di mana lagi kita mencari keadilan? Kita percaya bahwa hakim akan memutuskan Nuril dengan seadil-adilnya,” tutupnya.

Perjuangan melawan kriminalisasi yang menimpa Nuril, dianggap sebagai perjuangan bersama segenap rakyat dalam melawan kriminalisasi terhadap rakyat kecil. Jangan ada lagi Nuril-Nuril lainnya yang duduk di bangku pesakitan hanya karena memperjuangkan kehormatannya sebagai perempuan. Kini di tangan hakim lah keadilan akan diketuk untuk menyelamatkan rakyat kecil. (ct)

Comments

comments