Di Repvblik Syruput, Candra Malik akan Meriahkan “Malam Seribu Budaya”

Mataram – Di bulan Ramadhan, wahyu pertama kali diturunkan. Di bulan ini pula kita merenungi segala yang ada dalam payung Ketuhanan (Tauhid). Sebuah bingkai yang membentuk rasa persaudaraan dalam ikatan iman. Bulan ini bukan semata suatu bulan di antara bulan-bulan dalam kisaran Qamariah, tetapi juga menjadi suatu titik pertemuan spritualitas.

Nusantara bukan saja merupakan bentangan pulau-pulau yang disatukan oleh nation-state bernama Indonesia. Lebih dari itu, Nusantara adalah titik pertemuan budaya-budaya Adiluhung. Banyak sekali khazanah-khazanah tradisi yang terserak, sebagian muncul, namun sebagian besarnya mulai terlupakan, digerus oleh arus zaman dan paham-paham yang menafikan kemajemukan.

Menyemarakkan Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Kamis (15/6) besok akan digelar acara Malam Seribu Budaya. Acara akan berlangsung di Repvblik Syruput, sebuah kedai kopi yang terletak di Jalan Sultan Salahuddin, Kota Mataram.

Acara tersebut akan dimeriahkan Candra Malik, seorang Budayawan dan Kyai Nyentrik pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syahadah di Karanganyar, Jawa Tengah. Acara akan dimulai pukul 21.00 Wita hingga selesai.

Candra Malik yang kini menjabat Wakil Ketua LESBUMI (Lembaga seni-budaya NU) juga dikenal sebagai pelantun lagu-lagu religi, serta mengasuh beberapa acara di televisi nasional.

“Beliau juga sering diundang ke luar negeri untuk mengisi acara-acara Islam dan Kebudayaan, serta mengusung Dakwah Kultural,” kata Bendra Miladunka dari Managemen Candra Malik di Repvblik Syruput, Selasa (13/5).

“Tour Ke Lombok ini sebenarnya bukan yang pertama, seperti beberapa bulan yang lalu, kita juga berkolaborasi dengan seniman NTB di Sumbawa. Kegiatan kali ini merupakan bagian dari Safari Ramadhan di beberapa daerah di Indonesia,” sambungnya.

Acara tersebut merupakan kerja sama berbagai pihak. Acara tersebut juga akan menampilkan pementasan seni tradisi Pepaosan, tari dan juga diisi dengan penampilan para seniman dan tokoh budaya di NTB, seperti Ary Juliyant, Fairuz Macel Abu Macel, dan lainnya.

“Forum ini selain menjadi ajang silaturahmi, juga sangat bagus untuk memperkenalkan khazanah tradisi kita di NTB yang memang secara pondasinya telah dilandasi oleh kekuatan cahaya ke-Islaman,” ungkap Presiden Repvblik Syruput, Paox Iben Mudhaffar.

Untuk itu, pergelaran seni tersebut sangat disayangkan jika dilewati masyarakat. Selain menikmati pementasan seni dan budaya, pengunjung juga dapat menikmati aneka jenis kopi asli Indonesia maupun manca negara. Kopi “Anti Perbudakan” tersebut akan memanjakan lidah penikmat kopi di NTB. (ct)

foto: Candra Malik (istimewa)

Comments

comments