Kasus Perampokkan Sadis di Jerowaru, Dua Orang Diamankan

Lombok Timur – Perampokkan sadis di Dusun Telone, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur (Lotim), Selasa (30/5) terus didalami kepolisian. Polisi masih terus memburu kawanan pelaku yang diperkirakan berjumlah puluhan orang tersebut.

Dalam kasus tersebut, seorang warga tewas mengenaskan akibat ditebas kawanan pelaku menggunakan senjata tajam. Sementara istri korban tidak luput dari aksi kebrutalan pelaku. Dia dipukul menggunakan tabung gas 3 kg.

Polisi berhasil mengamankan dua orang yang diindikasi sebagai orang yang terlibat melakukan perampokan tersebut. Namun, keduanya tidak ditetapkan tersangka, karena kasus tersebut masih didalami.

Tim Opsnal Polsek Jerowaru melakukan penggeledahan terhadap AS asal Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru. Dari kediaman AS, ditemukan barang bukti berupa dua unit sepeda motor, tiga pucuk senjata tajam jenis parang, satu pisau gergaji, dua besi poncongkel, satu buah tas pinggang berisi kunci latter T, dan satu buah ikat pingang warna putih, di mana pada ikat pingang tersebut ditemukan bercak merah diduga darah.

Polisi kemudian mengamankan pelaku dan membawanya di kantor polisi untuk dilakukan introgasi.

Amaq Jon tewas mengenaskan dengan banyak luka sabetan senjata tajam di tubuhnya. Bahkan ususnya terlihat akibat luka yang menganga di perutnya. Istri almarhum yang diketahu bernama Wati juga turut dimintai keterangan oleh polisi.

“Kita meminta keterangan pada istri korban untuk menguak kasus tersebut, karena dia saat itu berada di tempat kejadian,” ujar Kasubag Humas Polres Lotim, Iptu I Made Tista, Jumat (2/6).

Menurut istri korban, dia mengenali salah seorang pelaku. Saat itu korban dipegang oleh empat orang perampok. Perampok tersebut mengambil perhiasan korban berupa cincin dan gelang. Bahkan salah seorang perampok sempat hendak memperkosa korban, namun dihalau oleh temannya. Salah satu ciri-ciri pelaku yang diingat korban yakni menggunakan kaos oblong berwarna putih dengan menggunakan senter kepala.

Hasil pendalaman tersebut, polisi mengamankan seorang berinisial BK. Terduga pelaku tersebut kemudian disuruh menggunakan kaos oblong berwarna putih dan menggunakan senter kepala. Polisi kemudian merekam pelaku saat menggunakan pakaian dan senter tersebut. Setelah itu polisi pergi ke rumah korban dan menunjukan video tersebut.

“Menurut saksi, benar bahwa orang tersebut adalah salah seorang pelaku yang dikenali oleh saksi,” pungkasnya.

Kini polisi masih terus mendalami pelaku untuk menguak kasus perampokan sadis yang berujung pada kematian tersebut. (ct)

Comments

comments